Artikel ini berisi tentang
pertanyaan dan jawaban yang merupakan tugas mata kuliah Elektronika Daya. Semua
jawaban dan gambar dibawah saya dapatkan bersumber dari buku Elektronika Daya
“Power Electronics: Circuits, Devices, and Applications, 2nd Ed.
Edisi Bahasa Indonesia Jilid 1, Muhammad H. Rashid.”
- Apa yang dimaksud dengan elektronika daya?
Jawab:
Elektronika
daya dapat didefinisikan sebagai penerapan elektronika solid-state untuk
pengendalian dan konversi tenaga listrik. Elektronika daya berstandar terutama
pada proses pensaklaran pada peralatan – peralatan semi kondunduktor. Dengan
pengembangan tenologi semikonduktor daya, batas daya yang dapat ditangani dan
kecepatan pensaklaran dari peralatan daya meningkat pesat.
- Sebutkan macam – macam thyristor dan jelaskan dengan gambar cara kerjanya!
Jawab:
Thyristor berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pintu’.
Sifat dan cara kerja komponen ini memang mirip dengan pintu yang dapat dibuka
dan ditutup untuk melewatkan arus listrik. Thyristor merupakan salah satu tipe
devais semikonduktor daya yang paling penting dan telah banyak digunakan secara
ekstensif pada rangkaian daya. Thyristor biasanya digunakan sebagai
saklar/bistabil, beroperasi antara keadaan non konduksi ke konduksi. Pada
banyak aplikasi, thyristor dapat diasumsikan sebagai saklar ideal, akan tetapi
dalam prakteknya thyristor memiliki batasan karakteristik tertentu.
Tergantung pada konstruksi fisiknya dan perilaku turn-on dan
turn-off, thyristor dapat secara umum diklasifikasikan menjadi Sembilan
kategori:
1.
Phase-control
thyristor (SCR)
2.
Fast-switching
thyristor (SCR)
3.
Gate-turn-off
thyristor (GTO)
4.
Bidirectional
triode thyristor (TRIAC)
5.
Reverse-conducting
thyristor (RCT)
6.
Static
Induction Thyristor (SITH)
7.
Light-activated
silicon-controlled rectifier (LASCR)
8.
FET-controlled
thyristor (FET-CTH)
9.
MOS-controlled
thyristor (MCT)
Thyristor merupakan devais seikonduktor 4 lapisan
berstruktur pnpn dengan tiga pn-junction. Devais ini memiliki tiga terminal :
anode, katode dan gerbang.
Thyristor dibuat melalui proses
difusi.
Ketika tegangan anode dibuat lebih positif dibandingkan
dengan tegangan katode, sambungan J1 dan J3 berada pada
kondisi forward bias. Sambungan J2 berada pada kondisi reverse bias,
dan akan mengalir arus bocor yang kecil antara anode dan katode. Pada kondisi
ini thyristor dikatakan pada kondisi forward blocking dan kondisi off-state,
dan arus bocor dikenal sebagai arus off-state ID. Jika
tegangan anode ke katode VAK ditingkatkan hingga suatu tegangan
tertentu, sambungan J2 akan bocor. Hal ini dikenal dengan avalanche
breakdown dan tegangan VAK tersebut dikenal sebagai forward
breakdown voltage, VBO. Dan karena J1 dan J3
sudah berada pada kondisi forward-bias, maka akan terdapat lintasan pembawa
muatan bebas melewati ketiga sambungan, yang akan menghasilkan arus anode yang
besar. Thyristor pada kondisi ini disebut berada pada keadaan konduksi
atau keadaan hidup. Tegangan jatuh yang terjadi dikarenakan oleh tegangan ohmic
antara empat layer dan biasanya cukup kecil sekitar 1 V. Pada keadaan on, arus
anode dibatasi oleh resistansi atau impedansi luar, RL.
Arus anode harus lebih besar dari suatu nilai yang disebut latching
current IL, agar diperoleh cukup ban, agar diperoleh cukup
banyak aliran pembawa muatan bebas yang melewati sambungan – sambungan; jika
tidak devais akan kembali ke kondisi blocking ketika tegangan anode ke
katode berkurang. Latching current IL adalah arus anode
minimum yang diperlukan agar dapat membuat thyristor tetap hidup begitu suatu
thyristor telah dihidupkan dan sinyal gerbang dihilangkan. Karakteristik v-I
umum dari suatu thyristor diberikan pada gambar berikut.
Ketika berada pada kondisi on, thyristor akan bertindak
seperti diode yang tidak dapat dikontrol. Devais ini akan terus berada pada
kondisi on karena tidak adanya lapisan deplesi pada sambungan J2
karena pembawa – pembawa muatan yang bergerak bebas. Akan tetapi, jika arus
maju anode berada di bawah suatu tingkatan yang disebut hoding current IH
daerah deplesi akan terbentuk di sekitar J2 karena adanya
pengurangan banyak pembawa muatan bebas dan thyristor akan berada pada keadaan
blocking. Holding current terjadi pada orde milliamper dan lebih kecil dari
latching current IL, IH > IL.
Holding current IH adalah arus anode minimum untuk
mempertahankan thyristor pada kondisi on.
- Persyaratan apa yang menyebabkan thyristor mengalirkan arus (turned on)?
Jawab:
Suatu thyristor dihidupkan dengan meningkatkan arus anode.
Hal ini dapat dicapai dengan salah satu langkah berikut:
1. Panas. Jika suhu thyristor cukup
tinggi, akan terjadi peningkatan jumlah pasangan electron – hole, sehingga arus
bocor semakin meningkat. Peningkatan ini akan menyebabkan α1 dan α2
meningkat. Karena aksi regenerative (α1 + α2) akan menuju
ke nilai satuan dan thyristor mungkin akan on. Cara ini dapat menyebabkan
thermal runaway dan biasanya dihindari.
2. Cahaya. Jika cahaya diizinkan
mengenai sambungan thyristor, pasangan electron – hole akan meningkat; dan
thyristor mungkin akan on. Cara ini dilakukan dengan membiarkan cahaya mengenai
silicon wafer dari thyristor.
3. Tegangan tinggi. Jika tegangan
forward anode ke katode lebih besar dari tegangan maju breakdown VBO,
arus bocor yang dihasilkan cukup untuk membuat thyristor on. Cara ini merusak
dan harus dihindari.
4. Dv/dt. Jika kecepatan peningkatan
tegangan anode – katode cukup tinggi, arus pengisian kapasitor sambungan
mungkin cukup untuk membuat thyristor on. Nilai arus pengisian yang tinggi
dapat merusak thyristor; dan devais harus diproteksi melawan dv/dt yang tinggi.
Manufaktur pembuat thyristor akan menentukan berapa besar dv/dt yang dapat
ditangani oleh suatu thyristor.
5. Arus gerbang. Jika suatu thyristor
diberi tegangan bias forward, injeksi arus gerbang dengan menerapkan gerbang
positif antara terminal gerbang dan katode akan dapat menbuat thyristor on. Ketika
arus gerbang ditingkatkan, tegangan forward blocking akan menurun.
- Bagaimana thyristor dapat “turned off”?
Jawab:
Thyristor yang berada dalam keadaan on dapat dimatikan
dengan mengurangi arus maju ke tingkat di bawah arus holding IH.
Ada beberapa variasi teknik untuk membuat thyristor off. Pada semua teknik
komutasi, arus anode dipertahankan di bawah arus holding cukup lama, sehingga
semua kelebihan pembawa muatan pada keempat layer dapat dikeluarkan.
Akibat dua sambungan pn, J1 dan J3,
karakteristik turn – off akan mirip dengan pada diode, berkaitan dengan waktu
pemulihan reverse trr dan arus pemulihan reverse puncak IRR.
IRR dapat lebih besar daripada arus blocking baik nominal. Pada
rangkaian converter line commutated yang tegangan masukannya bersifat bolak –
balik, tegangan balik muncul pada thyristor seketika setelah arus maju menuju
ke nol. Tegangan balik ini akan mengakselerasi proses turn – off dengan
membuang semua kelebihan muatan dari sambungan pn J1 dan J3.
Sambungan pn dalam J2 akan memerlukan waktu yang
dikenal sebagai recombination time trr untuk merekombinasikan
kelebihan pembawa muatan. Tegangan balik negative akan dapat mengurangi waktu
rekombinasi ini. Trr bergantung pada magnitude dari tegangan balik.
- Apa yang dimaksud dengan komutasi sendiri (line commutated)?
Jawab:
tegangan
masukannya bersifat bolak – balik, tegangan balik muncul pada thyristor
seketika setelah arus maju menuju ke nol.
- Apa yang dimaksud dengan komutasi paksa (forced commutated)?
Jawab:
- 1Apa perbedaan antara thyristor dan triac?
Jawab:
TRIAC dapat bersifat konduktif dalam dua arah dan biasanya
digunakan untuk pengendalian fasa ac (contohnya: controller tegangan ac). Hal
tersebut dapat dianggap sebagai dua buah SCR tersambung secara antiparalel.
Karena TRIAC merupakan devais bidirectional, terminalnya tidak dapat ditentukan
sebagai ande / katode. Sedangkan pada thyristor hanya satu arah.
2Apakah yang dimaksud dengan
converter?
Jawab:
converter adalah suatu alat untuk mengkonversikan daya
listrik dari satu bentuk ke bentuk daya listrik lainnya.
Converter
terbagi menjadi 5 jenis:
1.
Konverter
AC – DC (Rectifier)
2.
Konverter
AC – AC (Cycloconverter)
3.
Converter
DC – DC (DC Chopper)
4.
Konverter
DC – AC (Inverter)
5. Penyearah: rangkaian penyearah diode
mengubah tegangan ac ke tegangan dc tetap. Tegangan masukan ke penyearah dapat
bersifat satu fasa ataupun tiga fasa dan diperlihatkan pada gambar berikut
e.1
Penyearah setengah gelombang, satu phasa
0 komentar:
Posting Komentar